Tidak Dibelikan HP, Anak ini Bakar Rumah Orang Tuanya

Polisi dan warga padamkan api (kompas.com)
Kelakuan remaja satu ini memang tidak patut ditiru. Bukannya menyenangkan hati orang tua yang kesusahan, ia malah membuat orang tuanya semakin tidak habis pikir dengan tingkah lakunya. Bahkan ulahnya menjadi viral di media sosial lantaran ia  membakar rumah orangtuanya hanya gara-gara tidak dibelikan ponsel.

Agung (16) merupakan anak lelaki asal Dusun Krajan, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (19/05/2018), Kapolsek Jambon AKP Djoko Winarto membenarkan peristiwa peristiwa pembakaraan rumah yang dilakukan anak tersebut.

"Motifnya anaknya minta handphone, tetapi belum dibelikan lalu marah hingga membakar rumah milik orangtuanya sendiri," ujar Djoko

Djoko juga menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula saat Agung marah kepada bapaknya gara -gara belum diberikan ponsel pada hari Jumat (18/5/2018) siang. Padahal saat itu, orangtuanya sudah menyanggupi untuk membelikan handphone. Namun orangtuanya berjanji  baru akan dibelikan setelah Lebaran. Tak sabar menunggu hingga Lebaran lalu Agung melampiaskan kemarahannya dengan membakar rumah.

Ia lalu mengambil kayu bakar dan mulai membakar bagian dapur yang berada di bagian belakang  rumah hingga kemudian merambat ke bagian tengah. Api  dengan cepat menghanguskan sebagian material rumah yang terbuat dari kayu.

Api berhasil dipadamkan oleh warga yang dibantu oleh polisi dan TNI dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Orangtua, nenek dan beserta saudara pelaku pembakaran selamat dari amukan api.

"Ibu kandung pelaku tidak ada di rumah karena sedang merantau bekerja di Surabaya," ujar Djoko.

Terungkap, ternyata sebelumnya Agung sudah memiliki masalah dengan pihak kepolisian karena tingkahnya. Saat itu Agung pernah mengancam akan membunuh orangtuanya kalau tidak dibelikan sepeda motor. Kasus pengancaman itu juga sampai ke tangan polisi.

Kemudian Agung membuat surat pernyataan bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatannya. Setelah membuat pernyataan itu, tak berapa lama kemudian orangtuanya membelikan sepeda motor matic merk Yamaha.

Tak hanya mengancam orangtua, Agung juga pernah berurusan dengan polisi gara-gara berselisih dengan pemuda setempat. Perselisihan itu lantaran Agung ugal-ugalan mengemudikan sepeda motor di jalanan kampung halamannya. Djoko mengatakan, Bhabinkamtibmas setempat sudah membina Agung agar tak mengulangi perbuatannya. Kini, atas kasus pembakaran rumah, polisi mengusutnya.

"Terhadap peristiwa ini, kasusnya hari ini kami limpahkan ke penyidik PPA Polres Ponorogo untuk penanganannya," tandas Djoko.

Dosen Asal Sigli Meninggal di Pesawat Garuda Indonesia, Diduga Ini Penyebabnya

Sebuah kejadian mengejutkan terjadi didalam pesawat Garuda Indonesia pada hari Rabu (19/9/2018) sekira pukul 10.30 WIB kemarin. Seorang...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel