Tragis! Pemuda Ini Diduga Bunuh Ayahnya Karena Tak Memberinya Makanan Yang Enak


Tidak semua orangtua beruntung memiliki kemampuan untuk memenuhi setiap permintaan anak-anaknya. Namun, sebagai seorang anak kitapun seharusnya memaklumi kesanggupan ayah atau ibu kita.

Tidak seperti halnya yang dilakukan seorang pemuda di kabupaten Siak ini, ia tega menghabisi nyawa ayahnya sendiri lantaran tak memenuhi keinginannya. Hal tragis dan memilukan itu terjadi disaat istri korban yang juga ibu pelaku, Nurseha (63), sedang menginap di rumah orangtuanya di Gang Puyuh, Kampung Rempak

Seperti dikutip dari www.merdeka.com, Sabtu (24/02/ 2018), Kapolres Siak, AKBP Barliansyah menyebutkan bahwa Juhari yang berusia 60 tahun ditemukan meninggal berlumuran darah di rumahnya.  Diduga ia dibunuh oleh anaknya sendiri karena tidak bisa memberikan anaknya itu makanan yang enak.

"Pelaku selalu minta makan enak kepada korban dan diduga korban dipukul oleh pelaku karena tidak menuruti permintaannya, Jenazah korban ditemukan di rumahnya di Jalan Said Ibrahim, Kelurahan Kampuang Rempak, Kabupaten Siak pagi tadi pukul 07.00 Wib," ujar AKBP Barliansyah
Korban meninggal dengan posisi telungkup di ruang dapur akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Junaidi. Pelaku yang berusia 22 tahun itu diakui keluarganya memiliki emosi yang tidak stabil. Bahkan Junaidi yang merupakan putra sulung korban disebut-sebut memiliki gangguan kejiwaan.

Jenazah korban yang sehari-harinya hanya menjual buah-buahan dari hasil tanam sendiri dan tidak memiliki pekerjaan tetap pertama kali ditemukan Asro, putra lainnya Junaidi yang merupakan adik pelaku. 

Ketika masuk dapur rumah, Asro (20) melihat bagian wajah  ayahnya berlumuran darah dan telungkup. Setelah diperiksa, ternyata sang ayah sudah tidak bernyawa lagi.

Setelah mengetahui kondisi ayahnya, Asro kemudian memberitahukan tetangganya Syahrul yang selanjutnya melaporkan peristiwa itu kepada ketua RT dan diteruskan ke Polsek Siak.

Dari hasil olah TKP, Pihak kepolisian Siak menemukan luka lebam pada wajah dan mulut korban berlumuran darah akibat diserang dengan benda tumpul. Jasad korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.
Pelaku kemudian diamankan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah pelaku benar-benar sakit jiwa atau tidak.

Dosen Asal Sigli Meninggal di Pesawat Garuda Indonesia, Diduga Ini Penyebabnya

Sebuah kejadian mengejutkan terjadi didalam pesawat Garuda Indonesia pada hari Rabu (19/9/2018) sekira pukul 10.30 WIB kemarin. Seorang...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel