Minyak Ambergris, Parfum dari Muntahan Paus yang Sudah Dikenal Sejak Zaman Rasulullah



Sejak jaman dahulu muntahan paus atau ambergris sudah dikenal dan menjadi barang dagangan di Benua Afrika sejak 1000 tahun sebelum masehi.

Di abad ke-10, seorang pedagang Arab bernama Ibnu Haikal percaya bahwa ambergris memiliki khasiat sebagai peningkat gairah seksual, bahkan harganya setara dengan emas dan budak kulit hitam.

Di Roma dan Mesir kuno, bahan muntahan ikan paus ini digunakan sebagai obat-obatan tradisional dan pengharum.
 
Dikutip dari tempo.co (15 /11/2017), Ambergris adalah zat mirip lilin yang terbentuk di perut paus sperma. Zat ini melindungi lapisan perut dari "makanan" tajam, seperti kulit kerang dan cumi-cumi besar, dan saat terjadi gangguan pencernaan, ikan paus memuntahkannya.

Menurut riwayat, ambergris yang dalam bahasa arab disebut anbar juga pernah dipakai oleh Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat An-Nasa’i disebutkan bahwa istri Rasulullah pernah ditanya oleh Muhammad bin Ali:

“Apakah Rasulullah SAW memakai parfum? ‘Aisyah menjawab, “Ya! dengan minyak wangi misk dan ‘anbar.”

Minyak kesturi atau misik dan minyak anbar adalah dua minyak wangi kegemaran Rasulullah. Minyak anbar yang diolah dari muntahan paus sperma adalah minyak terbaik setelah minyak kesturi yang dihasilkan dari kijang jantan.

Dosen Asal Sigli Meninggal di Pesawat Garuda Indonesia, Diduga Ini Penyebabnya

Sebuah kejadian mengejutkan terjadi didalam pesawat Garuda Indonesia pada hari Rabu (19/9/2018) sekira pukul 10.30 WIB kemarin. Seorang...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel